"Engkau tidak mengerti peraasaanku! Kita sudah jauh-jauh hari berjanji untuk pergi ke sana tetapi ibu dengan mudahnya membatalkannya. Aku sudah lama mempersiapkan hari ini untuk bisa seharian bersama ibu, tetapi kenapa sih harus batal dengan begitu mudahnya? Janji yang sudah ibu katakan dulu ibu batalkan 30 menit sebelum kepergiannya. Tidak hanya kali ini saja ya bu. Ketika aku pentas, ibu tidak datang. Ketika aku harus pergi lomba, ibu tidak mengucapkan apapun. Ketika aku menjadi siswa terbaik di kelas, tidak ada satupun ucapan selamat kudengar. Apakah ibu tidak sayang aku? Aku sakit hati, aku marah, aku kesal. Aku benci dengan ibu!" "Ibu tidak marah denganmu. Ibu mengerti kekesalanmu. Kamu yang sekarang berada di dunia ini merupakan perjuangan hidup dan mati. Ibu mengandungmu di usia ibu yang sudah tidak muda lagi, bahkan katanya di usia yang seharusnya tidak wajar seseorang bisa hamil. Tetapi ibu tetap menjagamu, ibu membawamu ke manapun selama 9 bulan. Meskipun ...
This place is my place to write things, anything. I write because I love to do it.