Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Short Story

The Tick Will Never Go Blue

 

Sesuai Keinginanmu

Bel sekolah tanda berakhirnya seluruh pelajaran sudah berbunyi sejak 45 menit yang lalu. Tampak Lisa masih berbincang-bincang dengan teman-temannya mengenai hasil uji coba ujian nasional yang baru saja keluar tadi siang sambil berjalan menuju depan gerbang sekolah. Lisa tampak percaya diri akan hasil uji coba yang keluar tadi dan merasa siap untuk menghadapi ujian nasional yang akan mereka lalui dua minggu lagi. Teman-temannya tampak bersemangat untuk belajar melihat kepercayaan diri dan keoptimisan Lisa sehingga mereka saling mendukung satu sama lain untuk belajar. Tanpa terasa mereka semua sudah sampai di depan gerbang sekolah dan sebuah mobil hitam menunggu kedatangan seseorang. Lisa melambaikan tangan kepada teman-temannya, masuk ke dalam mobil hitam tersebut dan menempati kursi belakang mobil tersebut. Tak lama setelah pintu ditutup, mobil berjalan perlahan menjauhi sekolah. “Aku senang deh mas Ardi hari ini. Hasil uji coba ujian nasionalku bagus-bagus.” Kata Lisa riang sam...

Emosi atau Fisik?

"Engkau tidak mengerti peraasaanku! Kita sudah jauh-jauh hari berjanji untuk pergi ke sana tetapi ibu dengan mudahnya membatalkannya. Aku sudah lama mempersiapkan hari ini untuk bisa seharian bersama ibu, tetapi kenapa sih harus batal dengan begitu mudahnya? Janji yang sudah ibu katakan dulu ibu batalkan 30 menit sebelum kepergiannya. Tidak hanya kali ini saja ya bu. Ketika aku pentas, ibu tidak datang. Ketika aku harus pergi lomba, ibu tidak mengucapkan apapun. Ketika aku menjadi siswa terbaik di kelas, tidak ada satupun ucapan selamat kudengar. Apakah ibu tidak sayang aku? Aku sakit hati, aku marah, aku kesal. Aku benci dengan ibu!" "Ibu tidak marah denganmu. Ibu mengerti kekesalanmu. Kamu yang sekarang berada di dunia ini merupakan perjuangan hidup dan mati. Ibu mengandungmu di usia ibu yang sudah tidak muda lagi, bahkan katanya di usia yang seharusnya tidak wajar seseorang bisa hamil. Tetapi ibu tetap menjagamu, ibu membawamu ke manapun selama 9 bulan. Meskipun ...

Jaket Kulit Itu Seram

Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 dan Kalista masih berada di dalam angkutan umum yang akan membawanya ke depan komplek perumahan tempat Kalista tinggal. Kalista yang baru saja selesai mengurusi kepanitiaan di kampus tampak duduk dengan meluruskan kakinya karena angkutan umum tersebut hanya ada lima orang saja, sang supir, Kalista, seorang laki-laki yang duduk di sebelah supir, dan sepasang suami-istri paruh baya yang duduk di ujung. Kalista, yang duduk di belakang supir, memandang ke depan karena komplek perumahannya sudah dekat. Beberapa meter sebelum sampai di depan komplek perumahannya, Kalista mengetuk atap dari angkutan umum tersebut untuk memberi tanda kepada supir untuk berhenti. Supir mulai melambatkan dan berhenti tepat di depan komplek perumahan tempat Kalista tinggal. Perlahan Kalista melangkah dan keluar dari angkutan umum, kemudian menuju ke depan untuk membayar supir angkutan umum yang telah mengantarkannya. Dikeluarkannya dompet berwarna krem dari tas tangan ...

Sesuap Nasi atau Sepeser Uang?

Emir turun dari kendaraan umum dan membayar bapak yang mengemudikan angkot yang tadi ditumpanginya dengan uang pas. Dia melihat jam tangan dan ternyata les baru di mulai 45 menit lagi. Keberangkatannya dari rumah yang sangat cepat, karena tidak tahu apa lagi yang harus dilakukan di rumah, membuatnya tiba di tempat les secepat ini. Dengan membawa tas bergambar tuts piano khas dari tempat les yang diikutinya, akhirnya dia memutuskan untuk mengunyah beberapa kentang goreng dan meminum teh lemon di sebuah restoran cepat saji yang terletak di seberang tempat les. Emir menyebrang, tiba sebuah restoran cepat saji, masuk, dan langsung memesan karena kebetulan tempat tersebut sedang sepi. Dia menghabiskan waktunya untuk makan, minum, dan membuka situs-situs jejaring sosial melalui telepon genggamnya. Dibacanya jam di restoran cepat saji tersebut dan kurang dari 10 menit les akan dimulai. Emir segera membereskan meja tempatnya makan, mengambil tasnya, dan segera beranjak keluar. Di luar, se...