Langsung ke konten utama

Hmmmm...

I have essay due in 2 days and here I am writing an entry. I don't even know what to write, I just spill out every words that's in my head.

Just watched BuzzFeed videos and re-watched all #AshDrew videos. OMG, I just realize how cute they are, haha.. You know what happened after I watched the video? I feel......... A little bit lonely, I don't know why. I know I can chat with anybody or ring someone. But no, I don't want to do that. I enjoy myself alone, but on the other side I feel lonely. Hmm, what's happened with this mixed feeling? Do I write this blog because I don't know who do I want to talk with? Well people said extrovert people problem are having too many friends and at the end they don't know who are their friends. But no, I know who should I call. Hmm, maybe it's like The Sims game. Now, my social meter is low and I need to talk with someone. But hey, writing this increase my social meter somehow.

I'm not thinking and just everything. I'm too lazy to write something in order now. Unfortunately I have to think hard because I have to organize my essay. I write thousand words but not in a good order. I have to read tons of articles to fill my essay, but where is my spirit? It's gone somewhere. I have to find it because this essay due in 2 days. Remember neurotic me, 2 days. Well I'm sure it will finish at least tomorrow or tonight if I don't sleep. I'm just confused. I just mumble jumble every words in my head to a blog. Suddenly I think, back home people understand how weird I am so everytime I did something strange they will understand and thinks "well it's Billy". Here? I think people know how weird am I, but I can't go knock on someone's door and suddenly saying "Hi I just want to talk for a while.". Isn't it weird? Or it isn't? I don't know, I'm just struggling with my own mind.

Essay Bil, read Bil. You know it's only draft, but take it serious. Organize yourself to do whatever you need to do. I miss my friends. I want to study.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sindroma Kepala Dua

Hal pertama yang kulakukan sebelum aku menulis postingan ini adalah mengganti judul blog ini. Gak tahu ya hal simpel ini cukup bermakna buatku. Entah kenapa aku memiliki keinginan yang besar untuk menulis sekarang. Tapi aku tidak tahu apa yang ingin kutulis, jadi aku akan mengeluarkan saja semua yang ada di pikiranku sekarang yaa. Baru beberapa hari silam, aku bercengkrama dengan seorang temanku tentang menulis di blog. Aku merasa bahwa tulisanku dulu dan sekarang itu berbeda. Dulu aku bisa menulis dengan bebas, aku merasa apapun bisa kutulis tanpa mempedulikan apapun, kreativitas bisa kutumpahkan dalam tulisan. Sekarang aku berbeda dengan yang dulu. Aku sekarang lebih memerhatikan gramatika penulisan, aku memerhatikan kohesivitas tulisan dari awal sampai akhir, aku menulis dengan berhati-hati agar tidak menyinggung perasaan orang lain. Aku memang seorang mahasiswa yang mau tak mau harus membuat tulisan-tulisan dengan kaku, perlu mencantumkan sumber, harus memerhatikan berbagai as...

Sebuah Mimpi Tentang Pendeta

Judul ini merupakan judul salah satu sebuah file text document di my document laptopku. Aku buat ini tanggal 3 Januari untuk mimpiku tanggal 2 Januari. Sebenarnya aku lupa kenapa aku tiba-tiba menuliskan tentang mimpi ini, hal kuingat adalah saat aku bangun tidur setelah mimpi ini aku secara otomatis menyalakan laptop dan mengetik apa yang ada dalam mimpiku tanggal 2 Januari tersebut. Jadi inilah yang kuketik dalam file tersebut dengan pengubahan seperlunya... 2 Januari 2013 Seorang pendeta sedang khotbah di atas mimbar. Semua jemaatnya sibuk sendiri. Ada yang ngobrol sama sebelahnya, ada yang mainan HP, ada yang lebih sibuk mengurusi anaknya. Kemudian pendeta tersebut terdiam dan turun dari mimbarnya, tapi tidak ada yang sadar kalau pendetanya sudah pergi. Tiba-tiba pendeta itu menghampiri aku dan seorang teman gereja dan mengajak kami 'nongkrong'. Kami ngobrol di lantai, di depan sebuah pintu entah di mana. Akhirnya kita ngobrol-ngobrol sampai akhirnya aku bertanya ...

The Best Guru of Your Life is Your Life

Pengalaman adalah guru terbaik, begitu kalimat yang orang-orang sering katakan dan sering kudengar. Tidak terasa sudah setahun aku menjalani hidupku ini dan sekarang aku berada di penghujung tahun 2012. Hari ini tanggal 31 Desember 2012, melewati hari-hariku yang membosankan di kamar sambil melakukan refleksi hidup. Katanya aku harus melihat pakai teleskop dan jangan kaleidoskop terus. Tapi sekarang aku mau melihat hidupku melalui kaleidoskop, agar aku dapat melihat dunia melalui teleskop dengan lebih berwarna-warni seperti warna-warni kaleidoskop. Aku mau mengungkapkan pelajaran-pelajaran yang kudapatkan selama tahun 2012. Pelajaran kalau hanya dipendam untuk sendiri tidak akan ada gunanya toh. Hmm, aku tidak bisa mengurutkan dari bulan Januari sampai Desember sih. Let me share the lesson of life I got as far as I remember . *Aku belajar untuk melihat suatu hal dari kacamata orang lain. Suatu kejadian memang bisa memiliki banyak sudut pandang dan inilah yang membuat aku harus kri...