Langsung ke konten utama

Aduh ini blog atau gado-gado sih isinya campur-campur

BLOGKU TERSAYANG YANG SUDAH LAMA KUTINGGALKAN *kecup layar laptop *kesetrum

Halo ciao from my own room, setelah terakhir posting sesuatu pada bulan Juli, akhirnya aku melakukan sesuatu pada dirimu, afufu... Well I think I'm not a good blogger so I left you when I have any other things to do, haha.. Kayaknya aku jadi pemain musik , dosen, dan peneliti yang baik aja *AMIN *sedang curcol. Cukup jatah blogger yang baik kuberikan pada kakakku, kakak iparku, dan teman-temannya saja.

Aku sejujurnya tidak tahu tujuan kenapa aku bikin blog ini, awalnya aku buat karena dipaksa oleh seorang teman dari lahir dan itu pas aku SMP di mana blogging itu hitz bingits. Isi blog jaman sekarang masing nge-trend gak sih buat curhat, diary yang bisa dibaca publik, atau menumpahkan isi hati yang tak kunjung tersampaikan oleh manusia lain? Aku melihat blog itu memiliki suatu tujuan tertentu. Fashion blogger isinya pakaian, food blogger isinya makanan, travel blogger isinya jalan-jalan, political blogger isinya politik. Aku sepertinya pernah mempertanyakan ini di tulisan blogku yang kapan tahu itu ini blog mau isinya apa sih, haha.. Soalnya kalau mau isi tulisan ilmiah ujung-ujunganya gak bisa dikutip atau dipake juga, pasti dosen yang tahu anaknya sumbernya blog bakalan mencak-mencak meskipun tulisannya sangat cakep dan sesuai kaidah pengutip (calon periset mikirnya cuma buat tujuan penelitian deh blog itu --")

Makanya judul dari postingan ini sangat menggambarkan apa yang sedang kupikirkan ketika blog ini kubuka lagi setelah sekian lama gak buka, haha.. Mungkin aku menulis ini sekarang aku sedang lelah dalam menulis ilmiah kali ya. Kalau kerjain tugas kan tulisannya mesti bahasa formal dan gak bisa bebas berekspresi atau pakai bahasa gahoel kayak sekarang ini. Terus mesti sesuai dengan kaidah APA lagi kalau nulis. Billy yang belahan otak kanannya terlalu berkembang karena kayaknya kebanyakan stimulasi seni dan belahan otak kirinya perlu dikembangkan dengan hal-hal ilmiah dan beraturan ini tak kuasa menahan godaan menulis hal-hal yang tidak sesuai kaidah, aneh, dan tak beraturan. Tapi aneh itu sebenernya bentukan masyarakat sih kalau kata Michel Foucault dalam queer theory *terus dibahas*

Aku perasaan awalnya pengin menulis cerpen (hobi semasa SMA yang hilang ditelan kehidupan akademis) yang banyak dan taroh di blog deh. Tapi aku sudah renta dan tak berdaya membuat cerpen, bisa sih tapi kayaknya bakal memakan waktu yang sangat lama. Ibaratnya kalau kerjain tugas kuliah bisa 6 jam selese, kerjain cerpen itu mesti bertapa ke Sappada Mountain yang banyak bunga-bunga dan bikin mau bobok dulu baru selese. Terus entah kenapa aku seneng dengan aku bisa menulis yang tidak runut dan ke mana-mana ini, meskipun mungkin gengges dan orang-orang males baca juga karena isinya pointless, haha.. I mean like with reading this blog post, you have waste about 10 precious minutes that you can use to do other stuff.

Yaudah deh yang penting aku sudah menstimulasi belahan otak kanan dengan hal-hal yang tak beraturan, sekarang mari stimulasi belahan otak kiri dengan hal-hal ilmiah, beraturan, serius, membosankan, tapi seru kalau dijalankan. Seru deh aku mau kerjain 2 hal buat UAS, yang satu adalah proposal penelitian yang berkaitan dengan kreativitas, yang satu disuruh bikin makalah buat mengkritisi penundaan kurikulum 2013 yang pak Anies lakukan dengan sudut pandang filosofi psikologi pendidikan. Yaudah ya blog, maaf aku yang jarang go blog ini. Terus kenapa minta maaf coba orang blog itu inanimate object juga. Haduh apa sih, haduh makin gak jelas, haduh aku seperti remaja labil yang menuliskan apa saja yang ada dipikiran, eh tapi kalau mencurahkan apapun yang ada di otak dalam tulis itu namanya metakognisi jadi yang kulakukan sekarang adalah metakognisi. Oh well let's stop.

Komentar

Hana Bilqisthi mengatakan…
Billy tetep suka tulisan loe :D lucu unik :D sering-sering ngeblog :D gue masih mau baca :D semangat kuliahnya

Postingan populer dari blog ini

Sindroma Kepala Dua

Hal pertama yang kulakukan sebelum aku menulis postingan ini adalah mengganti judul blog ini. Gak tahu ya hal simpel ini cukup bermakna buatku. Entah kenapa aku memiliki keinginan yang besar untuk menulis sekarang. Tapi aku tidak tahu apa yang ingin kutulis, jadi aku akan mengeluarkan saja semua yang ada di pikiranku sekarang yaa. Baru beberapa hari silam, aku bercengkrama dengan seorang temanku tentang menulis di blog. Aku merasa bahwa tulisanku dulu dan sekarang itu berbeda. Dulu aku bisa menulis dengan bebas, aku merasa apapun bisa kutulis tanpa mempedulikan apapun, kreativitas bisa kutumpahkan dalam tulisan. Sekarang aku berbeda dengan yang dulu. Aku sekarang lebih memerhatikan gramatika penulisan, aku memerhatikan kohesivitas tulisan dari awal sampai akhir, aku menulis dengan berhati-hati agar tidak menyinggung perasaan orang lain. Aku memang seorang mahasiswa yang mau tak mau harus membuat tulisan-tulisan dengan kaku, perlu mencantumkan sumber, harus memerhatikan berbagai as...

Sebuah Mimpi Tentang Pendeta

Judul ini merupakan judul salah satu sebuah file text document di my document laptopku. Aku buat ini tanggal 3 Januari untuk mimpiku tanggal 2 Januari. Sebenarnya aku lupa kenapa aku tiba-tiba menuliskan tentang mimpi ini, hal kuingat adalah saat aku bangun tidur setelah mimpi ini aku secara otomatis menyalakan laptop dan mengetik apa yang ada dalam mimpiku tanggal 2 Januari tersebut. Jadi inilah yang kuketik dalam file tersebut dengan pengubahan seperlunya... 2 Januari 2013 Seorang pendeta sedang khotbah di atas mimbar. Semua jemaatnya sibuk sendiri. Ada yang ngobrol sama sebelahnya, ada yang mainan HP, ada yang lebih sibuk mengurusi anaknya. Kemudian pendeta tersebut terdiam dan turun dari mimbarnya, tapi tidak ada yang sadar kalau pendetanya sudah pergi. Tiba-tiba pendeta itu menghampiri aku dan seorang teman gereja dan mengajak kami 'nongkrong'. Kami ngobrol di lantai, di depan sebuah pintu entah di mana. Akhirnya kita ngobrol-ngobrol sampai akhirnya aku bertanya ...

The Best Guru of Your Life is Your Life

Pengalaman adalah guru terbaik, begitu kalimat yang orang-orang sering katakan dan sering kudengar. Tidak terasa sudah setahun aku menjalani hidupku ini dan sekarang aku berada di penghujung tahun 2012. Hari ini tanggal 31 Desember 2012, melewati hari-hariku yang membosankan di kamar sambil melakukan refleksi hidup. Katanya aku harus melihat pakai teleskop dan jangan kaleidoskop terus. Tapi sekarang aku mau melihat hidupku melalui kaleidoskop, agar aku dapat melihat dunia melalui teleskop dengan lebih berwarna-warni seperti warna-warni kaleidoskop. Aku mau mengungkapkan pelajaran-pelajaran yang kudapatkan selama tahun 2012. Pelajaran kalau hanya dipendam untuk sendiri tidak akan ada gunanya toh. Hmm, aku tidak bisa mengurutkan dari bulan Januari sampai Desember sih. Let me share the lesson of life I got as far as I remember . *Aku belajar untuk melihat suatu hal dari kacamata orang lain. Suatu kejadian memang bisa memiliki banyak sudut pandang dan inilah yang membuat aku harus kri...